"Wanita tercantik bagi pria terbaik; bukanlah yang paling jelita; tapi dia yang jika dipandang memberi tenang, maka surgapun terbayang. Wanita terkuat bagi pria semangat bukanlah yang terlihat hebat; tapi yang menundukkan diri dengan ibadat, menempatkan diri dalam taat. Wanita terdahsyat bagi pria sejati, bukan yang pesonanya memukau banyak mata; tapi dia nan siap menjadi madrasah cinta bagi anak-anaknya. Wanita terkukuh bagi pria yang ampuh, bukan yang tak pernah berair mata; tapi yang senyumnya meneguhkan dan tangisnya jadi pengingat taqwa. Wanita paling bermakna bagi pria bahagia; dia yang kala berpisah menenangkan, kala berjumpa menggelorakan, dan tiap masa saling menguatkan. Wanita terkaya di mata pria, bukan dia yang bertumpuk harta; tapi yang ridha pada halal semata dan qana’ahnya jadi simpanan tak fana."
— Salim A. Fillah (via kurniawangunadi)
(Source: pradityaningsih, via kurniawangunadi)
"Bahagia itu juga ada dalam setiap tetesan air mata, lalu disertai senyuman setelahnya."
"Aku ingin kamu; menjadi pendamping hidupku. Meluruskan kesalahan, mengingatkan kekhilafan, menemani dalam kegelapan, dan yang terpenting; mendekatkanku pada Tuhan."
— Tia Setiawati Priatna (via karenapuisiituindah)
(via tazymaniandevil)
"Ibu adalah madrasah agung. Tempat anak-anak mempertanyakan semesta dengan bahasa paling akrab. Dermaga pengaduan paling luas saat mereka rasa teraniaya. Belai menentramkan saat mereka gelisah. Dan dekapan paling memberi rasa aman saat mereka ketakutan"
—
Salim A.Fillah (via nayasa)
menentramkan saat gelisah :’) hope you here mom.
(via
chevyiskandar)
(Source: bramantyomargono, via chevyiskandar)
"Katakanlah buku apa saja yang pernah kau baca, tempat mana saja yang pernah kau kunjungi, masalah apa saja yang pernah kau atasi, dan siapa saja yang pernah kau sadap ilmunya, maka aku akan tahu, seberapa hebat kamu sebenarnya"
— Prof Dr Ing Fahmi Amhar (via hidayahsubuh)
(via zanuardi)